ARSITEK DIAMOND

Semakin tahun harga tanah di perkotaan semakin melonjak naik karena dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari tingginya permintaan, kebijakan pemerintah dan semakin terbatasnya lahan perkotaan yang makin lama semakin sedikit. Untuk itu perlu ketelitian dan pemikiran yang matang bagi anda yang khususnya berencana akan merancang rumah dilahan yang sempit. Mulai dari rumah dengan konsep minimalis 1 atau 2 lantai dilahan yang mini.
Berikut kita akan membahas tips cara merancang dan menghitung estimasi biaya untuk membangun rumah dilahan yang sempit, mulai dari desain (eksterior dan interior) dan cara menghitung nya.
1. Tentukan Desain Rumah
Hal yang paling penting adalah menentukan desain rumah yang ingin anda bangun, mulai dari minimalis, tropis atau rumah bergaya modern. Alangkah lebih baiknya anda berkonsultasi dengan arsitek atau desainer rumah lainnya. Hal ini perlu karena ketika anda berkonsultasi dengan arsitek atau desainer rumah lainnya, anda akan mendapatkan yang namanya RAB (Rancangan Anggaran Biaya) atau estimasi biaya anda keseluruhan untuk membangun rumah impian anda.

Mungkin sebagian banyak dari anda ragu untuk konsultasi dengan arsitek, mungkin karena faktor biaya yang terlalu mahal atau sebagainya. Perlu diketahui sebenarnya memakai jasa arsitek atau sekedar konsultasi biasanya tidak terlalu mahal. Untuk di kota Medan saja, jasa arsitek biasanya berkisar 50.000 – 90.000/m2. Dari harga tersebut anda sudah mendapatkan :
- Free survey dalam kota
- 3D Visual Eksterior & Interior
- Gambar Kerja / D.E.D
- SNI – RAB
- Interior Furniture Production
- Pengawasan
Bagaimana cara menghitung biaya dan harganya kalau memakai jasa arsitek? berikut kita akan bahas cara menghitungnya.
1.1. Harga Untuk Desain
Disini kita akan ambil contoh tanah ukuran lebar 8m dan panjang 12 meter. Berikut estimasi hitungan biayanya :
- Ukuran tanah 8m x 12m = 96m2 x 60.000 (harga desain per m2) = Rp.5.760.000
Cukup worth it bukan? dengan harga yang cenderung tidak terlalu mahal anda sudah mendapatkan desain, gambar kerja dan RAB untuk membangun rumah anda.
1.2. Perbedaan Desain Minimalis, Tropis Dan Modern
Minimalis, tropis dan modern memiliki konsep dan desain yang berbeda dari segi fungsi, tata letak ruangan, bentuk atap dan beberapa perbedaan lainnya. Berikut beberapa detail secara garis besar perbedaan dan fungsi dari ketiga arsitektur ini :
A. Minimalis
Berkonsep mengedepankan kesederhanaan, pemanfaatan ruangan yang lebih mengutamakan fungsional. Tidak memiliki corak elemen material yang terlalu kontras pada bagian eksteriornya.
B. Tropis
Memiliki ciri-ciri jendela besar dan lebar untuk sirkulasi udara dan pencahayaan yang alami, karena arsitektur model ini mengedepankan agar bertahan di iklim tropis.
C. Modern
Memiliki ciri-ciri pada bagian eksterior terdapat garis sederhana yang geometris dan warna ornamen yang tidak terlalu mencolok. Rumah dengan arsitektur ini bertujuan mengedepankan konsep inovasi dan teknologi.

2. Persiapan Lahan
Persiapan lahan bukan hanya untuk gedung atau area kawasan pabrik atau sekolah saja, persiapan lahan juga penting untuk pembangunan rumah minimalis atau rumah yang hanya berukuran 8x12m. Mulai dari pembersihan lahan, penimbunan, pemerataan tanah dan pengurusan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Persiapan lahan ini bertujuan untuk proses pembangunan rumah anda, mulai dari bowplank untuk mencari siku dan batas tanah, pekerjaan pondasi dan sloof.

3. Pemilihan Material Dan Pekerja
Jika rumah yang ingin anda bangun untuk anda tempati pribadi, maka alangkah baiknya pilihlah material yang berkelas dan berkualitas, mulai dari semen, besi dan kebutuhan material lainnya yang meliputi bagian eksterior dan interior nantinya. Disini akan dibahas beberapa point penting pemilihan material yang perlu anda gunakan untuk rumah anda :
3.1 Pemilihan Material
1. Struktur
Struktur dan pondasi adalah bagian yang paling penting dalam sebuah bangunan, untuk itu disarankan pemilihan material yang berkelas seperti:
- pilihlah Semen yang standart Nasional misalnya, semen tiga roda, semen padang, dynamix dan andalas.
- Besi beton dengan ukuran yang sesuai dengan standar SNI. Misalnya untuk sloof menggunakan besi diameter 12mm dengan panjang 12m.
- Menggunakan batu split atau batu pecah untuk campuran cor.
- Menggunakan pengeras beton atau perekat pada setiap cor, contohnya beton mix.
2. Eksterior
Pemilihan material berkelas pada bagian eksterior seperti :
- Menggunakan batu alam pada dinding bagian luar rumah.
- Menggunakan conwood dinding
- Penggunaan plafound yang tahan air untuk area plafound bagian luar, seperti pvc.
- Menggunakan talang air pada bagian atap.
- Lampu dinding outdoor
- Menggunakan warna cat yang tidak terlalu rame, seperti putih, abu-abu dan warna glaucous.
3. Interior
Pemilihan material untuk interior meliputi :
- Penggunaan warna yang tidak mencolok, baik dari perabot dan warna dinding.
- Penempatan material interior yang multi fungsi, misalnya ruangan dibawah tangga bisa dijadikan lemari atau gudang penyimpanan.
- Penggunaan granit dengan ukuran 60x60cm atau vynil lantai.
- Buat desain split level.
- Menggunakan material gypsum atau kalsiboard pada plafound.
- Penggunaan elemen tipis dan berongga.
3.2 Pemilihan Pekerja
Pilihlah pekerja yang berpengalaman dan selalu berpedoman pada gambar kerja dalam proses pembangunan rumah anda. Hal ini perlu untuk menghindari bongkar pasang, salah ukuran, penghematan bahan dan hasil yang sesuai dengan gambar 3D. Mengingat biaya yang diperlukan juga tidak sedikit, untuk itu disarankan memakai jasa konsultan dan pengawas dalam proses pembangunan.


4. Desain Split Level
Split level adalah perbedaan ruangan dengan ruang satunya dengan memanfaatkan anak tangga sebagai pemisah dengan ketinggian berkisar 30cm – 50cm. Yang bertujuan untuk memberi kesan lapang dan memberi kesan estetik pada rumah anda. Desain dengan model ini banyak di jumpaiin di rumah minimalis, tropis modern dan rumah modern lainnya.
Desain rumah dengan split level juga mampu memberikan banyak ruang untuk rumah yang berukuran kecil, sehingga lebih efisien jika anda menerapkan desain ini pada rumah anda.

Kesimpulan
Itu tadi pembahasan tips merancang rumah dilahan yang sempit. Mulailah berkonsultasi dengan ahlinya sebelum memulai membangun rumah anda, karena banyak kasus pembangunan selalu bermasalah pada biaya yang membengkak dari harga RAB, hasil akhir yang tidak sesuai dan tukang yang selalu asal asalan. Semoga artikel tasi bermanfaat.





[…] Baca Juga : 4 Tips merancang rumah dilahan yang sempit […]