Dalam konteks civil engineering kolom adalah elemen penting untuk sebuah struktur bangunan, yang berfungsi sebagai menjaga kestabilan bangunan, penahan beban atap ataupun dek lantai, dan sebagai perantara mentransfer beban ke pondasi. Pada artikel ini kita akan membahas pengertian kolom, definisi, fungsi dan bagaimana perakitan besi untuk kolom, Berikut ulasannya.

Pengertian Kolom
Kolom adalah elemen struktural vertikal yang berfungsi sebagai penahan beban di atasnya dan mentransfernya ke pondasi. Tiang pillar tidak hanya berfungsi sebagai sebagai penyangga beban di atasnya, pillar juga berfungsi sebagai membantu bangunan menghadapi gaya lateral seperti angin maupun gempa bumi.
Pada umumnya pillar banyak terdapat berbentuk persegi maupun berbentuk bulat, biasanya tergantung desain arsitektur dan kebutuhan struktural bangunan itu sendiri. Ukuran pillar juga harus disesuaikan dengan beban dan didukung material serta penuh perhitungan yang telah diuji atau dihitung oleh arsitek atau perancang bangunan. Pada tingkat ini dibutuhkan perhitungan yang matang dalam menentukan bentuk dan penyusunan besi untuk pillar , seperti penentuan milimeter besi yang akan digunakan, besi pengikat atau begel dan mutu pada beton seperti k225, k250 atau k300.
Baca juga : Eksterior Rumah Ekspresi Yang Melambangkan Keindahan dan Kenyamanan
Jenis Kolom
Secara garis besar, ada beberapa jenis tiang pillar yang biasa digunakan dalam sebuah bangunan, berikut ulasannya :
Kolom Beton Bertulang
Tiang pillar ini dibuat dengan kombinasi tulangan besi dan beton yang mempunyai fungsi beton sebagai menahan beban tekan dan tulangan besi menahan beban tarik. Jenis pillar ini biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat maupun bangunan 1 lantai, Karena pillar jenis bentuk ini sangat efisien dan menjadi pilihan utama buat bangunan bertingkat, karena daya tahan dan dan kekuatannya yang tinggi dalam sebagai penahan beban.
Kolom Kayu
Tiang pillar jenis ini biasanya banyak terdapat pada bangunan tradisional seperti bangunan rumah adat jawa, batak dan rumah adat padang. Meskipun pillar jenis ini tidak sekuat dengan jenis pillar tulangan besi, akan tetapi kayu menjadi pilihan utama karena gampang di dapat dan bangunan menjadi lebih estetika.
Kolom Baja
Pillar jenis ini biasanya menggunakan besi H beam dan besi wf dengan kekuatan yang luar biasanya. Biasanya pillar jenis ini terdapat pada struktur jembatan, gedung pencakar langit dan pabrik. Kelebihan pillar jenis ini adalah pemasangan yang relatif cepat dan ketahanan yang luar biasa. Dan kekurangannya adalah harga yang relatif mahal.
Perhitungan Kolom Dalam Konstruksi Bangunan
Dalam menentukan bentuk dan ukuran pillar bangunan, perlu dilakukan perhitungan dengan baik dan teliti. Berikut beberapa faktor yang diperlukan dalam menentukan ukuran dan jenis pillar :
Baca Juga : 4 Tips Bagaimana Merancang Rumah Di Lahan Sempit
1. Beban yang akan ditopang
Menghitung beban mati atau beban struktur itu sendiri, beban hidup dan beban perabot atau furniture. Hal ini sangat perlu dalam perhitungan pillar .
2. Dimensi kolom
Menghitung berdasarkan beban yang harus ditahan dan kekuatan material yang akan digunakan, seperti ukurankolom, ukuran besi tulangan dan mutu pada kualitas beton.
3. Rasio besi pada tulangan kolom beton
Rasio besi ini meliputi jenis besi tulangan, seperti besi ulir, polos dan ukuran besi dengan standart tehknik sipil dan SNI.
4. Faktor keamanan
Setiap perhitungan pillar penting untuk menghitung faktor keamanan, dalam arti pillar harus dibuat lebih besar untuk keamanan jika terjadi gempa bumi atau beban yang berlebih.
Baca Juga : 5 Tips Merancang Ruang Kerja Dirumah
Kesimpulan
Plillar yang kuat dan kokoh bukan hanya menopang beban dari atap, tetapi bertugas juga mentransfer beban ke permukaaan tanah dan pondasi, sehingga tiang pillar dapat di definisikan sebagai bagian struktur penting bagi bangunan. Pentingnya perhitungan yang matang dalam menentukan ukuran dan pemilihan besi untuk tiang pillar pada bangunan anda.