Ketika anda berencana membangun atau merenovasi rumah anda, pasti yang ingin anda perkuat adalah bagian pondasi. Bagaimana biar bangunan anda kokoh, mencegah agar bangunan tidak turun dan bertahan sampai puluhan tahun. Unsur yang paling penting dalam sebuah bangunan adalah pondasi. Ketika bagian bawah atau struktur bangunan lemah maka bangunan dipastikan tidak akan bertahan lama. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa itu pondasi tapak, mulai dari jenis, ukuran dan rangkaian penyusunan dan jenis besi yang cocok untuk rumah bertingkat, berikut ulasannya.
Baca juga : Tips danm cara renovasi rumah
1. Fungsi Pondasi Tapak/ Footplat
Pondasi footplat adalah jenis pondasi dangkal yang tersusun dari rangkaian tulangan besi dan beton berbentuk persegi (100cmx70cmx35cm) biasanya ukuran menyesuaikan dari besarnya bangunan. Biasanya jenis struktur ini yang sering dipakai untuk bangunan bertingkat 2 sampai 3 lantai.
Berikut beberapa fungsi utama dari pondasi tapak / footplat
- Menahan beban bangunan mulai dari beban bangunan, beban perabot dan beban hidup.
- Mentransfer beban ke dalam tanah.
- Menstabilkan bangunan dan struktur atas seperti balok, kolom dan dinding.
- Mencegah pergeseran bangunan
- Mencegah bencana alam, seperti gempa bumi atau pergeseran tanah.

2. Cara Membuat Pondasi Tapak / Footplat
Sebelum memulai pengerjaan bangunan rumah atau gedung, biasanya ada beberapa proses yang dilakukan terlebih dahulu mulai dari survei, desain dan lain-lain. Berikut beberapa point penting kapan dan waktu yang tepat dalam pembuatan pondasi footplat :
Baca juga : 4 inspirasi dapur yang buat tampilan dapur makin estetik
a. Survey Lahan
Point penting dalam proses pengerjaan suatu bangunan adalah survey lahan yang akan dibangun. Pengerjaan ini termasuk menilai jenis tanah dan kepadatan tanah. Khusus untuk bangunan bertingkat, biasanya tanah akan di sondir test terlebih dahulu untuk menguji karakteristik tanah, perubahan tekanan hidrolik tanah dan perizinan teknis untuk bangunan tinggi.
b. Perencanaan Desain
Setelah hasil sondir test akurat dan izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) telah keluar maka langkah berikutnya adalah anda konsultasi pada Arsitek, Desainer rumah dan Tehknik sipil untuk merencanakan desain bangunan dan ketahanan struktur pada bangunan anda. Hal tersebut mengarah kepada model dan gaya bangunan apa yang anda inginkan, seperti rumah modern tropis, klasik dan minimalis modern.
c. Persiapan Lahan
Persiapan lahan adalah proses pembersihan lahan dan persiapaan lokasi yang akan didirikannya suatu bangunan, seperti proses pengukuran, mencari siku bangunan dan proses menandai titik-titik pondasi yang akan digali (bouwplank). Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah salahnya penggalian titik.
d. Penggalian
Setelah proses persiapan lahan dan bangunan sudah siku, maka hal yang perlu dilakukan adalah proses penggalian tanah untuk pondasi tapak. Biasanya tanah akan digali sampai ketemu tanah yang lebih keras. Proses ini disarankan melibatkan tenaga alat berat untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
e. Perakitan dan Penyusunan Rangkaian Besi
Besi akan dirakit mengikuti gambar kerja yang dirancang oleh arsitek maupun tehknik sipil. Biasanya pekerja bangunan mengikuti arahan dari pengawas, mandor maupun konsultan bangunan untuk hasil yang dikerjakan sesuai dengan gambar kerja.
f. Pengecoran
Setelah perakitan besi untuk pondasi tapak/footplat sudah selesai maka hal yang perlu dilakukan adalah proses pengecoran. Disarankan mutu kualitas beton k250 sampai k300.
g. Pengurukan Tanah
Setelah coran pada pondasi telah kering dan mendapatkan hasil yang sesuai, maka proses selanjutnya yang perlu dilakukan pengurukan tanah atau penimbunan kembali tanah kedalam pondasi yang telah di cor. Pastikan tanah dipadatkan dengan mesin pemadat atanah atau secara manual dan secara berkala.
Baca juga : 5 alasan kenapa desain interior rumah itu penting
3. Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Tapak
Pondasi tapak/footplat memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan baik dari segi harga maupun faktor tanah. Berikut beberapa point penting kelebihan dan kekurangan dari pondasi tapak :
Kelebihan Pondasi Tapak/Footplat
- Biaya pembuatan relatif murah dan terjangkau.
- Proses pengerjaan cepat dan mudah
- Distribusi beban yang merata
- Fleksibilitas dalam desain bangunan
- Mampu mendukung dan menopang beban berat dari bangunan.
- Sederhana dalam desain dan konstruksi bangunan.
Kekurangan
- Tidak cocok untuk tanah lunak dan gambut
- Perlu perencanaan dan perhitungan yang teliti baik dari segi ukuran maupun jarak perhitungan jarak pondasi tapak
- Penyusutan tanah dan penurunan tanah apabila terjadi salah desain.
Kesimpulan
Pondasi tapak/footplat yang paling sering digunakan dalam sebuah konstruksi rumah dan bangunan, karena memiliki banyak kelebihan dan proses yang tergolong mudah dan simple. Perencanaan, perhitungan dan ketelitiian yang tepat dapat mendukung struktur bangunan yang kokoh untuk rumah impian anda. Untuk itu disarankan sebelum membangun rumah bertingkat anda sebaiknya konsultasi terlebih dahulu pada arsitek dan orang tehknik sipi untuk menghindari kesalahan dalam bangunan, mulai dari struktur bangunan, desain maupun hasil konstruksi. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda.