Mengenal 5 Jenis Pondasi Rumah dan Kegunaannya, Jangan Salah Pilih!

Pondasi rumah adalah struktur bagian bawah bangunan yang berhubungan dengan tanah, yang mempunyai fungsi ialah menerima seluruh beban dari bangunan di atasnya dan mentransfer berat tersebut kedalam tanah keras dibawahnya secara merata dan stabil. Tanpa fondasi, rumah tidak akan memiliki titik tumpu yang kuat dan rentan mengalami kerusakan, Seperti bangunan yang turun dan rusak ketika ada gempa bumi. Kali ini kita akan membahas 5 Jenis pondasi rumah dan kegunaanya. Berikut ulasannya.

A. Fungsi Utama Pondasi Rumah

Sebelum anda memulai menentukan pondasi untuk rumah anda khususnya bangunan bertingkat, Sebaiknya Anda melakukan sondir tes terlebih dahulu. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kepadatan tanah di area lahan yang akan Anda bangun. Setelah hasil sondir tes keluarnya, Sebaiknya Anda melakukan konsultasi pada para ahli struktur (civil engineer) atau Insinyur Sipil untuk menentukan jenis pondasi apa yang cocok untuk rumah yang akan Anda bangun nantinya.

Fungsi utama dari pondasi rumah adalah menerima seluruh beban bangunan di atasnya, baik beban dari bangunan, perabot dan beban hidup (Manusia) dan menyalurkan beban tersebut ke lapisan tanah keras di bawahnya secara merata. Pondasi rumah bertindak sebagai penopang dasar agar rumah tetap berdiri tegak, stabil dan menjaga bangunan tidak mengalami penurunan yang tidak merata atau penurunan diferensial.

Baca juga : 6 Tips Memilih Arsitek Agar Rumah Anda Sesuai dengan Anggaran

B. 5 Jenis Pondasi Rumah

Berikut beberapa jenis pondasi rumah yang sering di pakai, khususnya di Indonesia, Berikut ulasannya.

1. Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali adalah jenis pondasi dangkal yang paling populer di Indonesia, terutama untuk bangunan rumah skala kecil. Terbuat dari susunan batu kali ataupun batu alam yang di susun dan di rekatkan menggunakan adukan semen dan pasir dengan campuran adukan satu semen berbanding 3 dengan pasir. Secara konsep teknis, Jenis pondasi ini di pasang secara kontinyu atau meneruh dibawah seluruh area dinding bangunan (mengikuti gambar denah bangunan). Fungsinya ialah menerima beban merata dari dinding dan sloof di atasnya, lalu menyalurkan beban tersebut ke dalam lapisan tanah.

Biasanya pondasi batu kali dirancang berbentuk trapesium simetris, Mengapa demikian? agar tumpuan bawah memiliki area bidang kontak yang lebih luas untuk menyebarkan beban secara proporsional ataupun seimbang. Dengan melebarkan bagian dasar pondasi (tapak bawah), bidang kontak antara pondasi dan tanah menjadi lebih luas. Hal ini membuat tekanan yang diteruskan ke tanah keras menjadi kecil, sehingga berada di bawah daya dukung tanah dan mencegah rumah amblas.

Baca Juga : 6 Cara Menemukan Kontraktor Untuk Rumah Anda

2. Pondasi Footplat / Cakar Ayam

Pondasi footplat atau dikenal juga dengan istilah pondasi cakar ayam adalah jenis pondasi beton bertulang yang dibuat menyerupai telapak persegi panjang di bawah kolom utama bangunan. Secara teknis, Pondasi ini berfungsi menerima beban terpusat dari kolom struktur (lantai atas, dinding dan atap), Lalu menyalurkan beban tersebut ke lapisan tanah keras dibawahnya. Jenis pondasi ini paling banyak digunakan dalam konstruksi bangunan rumah bertingkat. Meskipun demikian pondasi footplat juga ada kelebihan dan kekurangannya juga, Berikut ulasannya,

pondasi tapak

Kelebihan

  • Daya Tahan Beban Tinggi : Sangat tangguh menahan beban vertikal maupun gaya lateral dari bangunan bertingkat (2 dan 3 lantai)
  • Lebih Tahan Gempa : Sifat fleksibilitas kerangka beton bertulang membuat struktur rumah lebih elastis terhadap guncangan gempa.
  • Hemat Lahan Galian : Penggalian tanah cukup dilakukan pada titik kolom utama saja dan tidak perlu menggali seluruh jalur dinding.

Kekurangan

  • Biaya Lebih Tinggi : Menggunakan meterial besi beton dan semen cor yang lebih banyak ketimbang pondasi batu kali
  • Membutuhkan ketelitian ekstra saat perakitan besi, bekisting dan perhitungan mutu cor beton
  • Waktu Pengeringan : Membutuhkan masa pengeringan beton, Biasanya sekitar 2-3 minggu

Jika keadaan tanah tidak memungkinkan untuk pondasi dangkal, pilihan beralih ke pondasi dalam.

3. Pondasi Strauss Pile

Pondasi strauss pile adalah jenis pondasi berbahan beton bertulang yang pembuatannya dilakukan dengan cara mengebor tanah secara manual menggunakan tenaga manusia, hingga mencapai kedalaman tanah keras (berkisar 3meter-5meter) lalu diisi dengan besi rakitan dan di cor dengan menggunakan campuran semen, krikil dan pasir. Fondasi ini sangat cocok untuk tanah lunak, tanah rawa dan tanah urukan. Biasanya diameter pondasi ini berkisar antara 30cm sampai 50cm, Tergantung ukuran dan tinggi bangunan.

Pondasi strauss pile biasa juga disebut dengan istilah solusi di lahan sempit dan pemukiman padat, Mengapa demikian? berikut ulasannya :

Baca Juga : Jangan Salah Pilih, Ini Dia Jenis-Jenis Bahan Furniture Rumah dan Ketahanannya

strauss pile
sumber : https://www.pinhome.id/kamus-istilah-properti/pondasi-strauss-pile

Bebas Getaran & Suara Tidak Berbisik

Jenis pondasi rumah yang satu ini berbeda dengan pondasi tiang pancang atau paku bumi yang ditekan menggunakan hammer diesel yang memicu getaran keras yang dapat meretakkan dinding rumah-rumah tetangga. Strauss pile dikerjakan dan di bor secara manual sehingga tidak menimbulkan getaran dan suara dan sangat cocok dipakai untuk Anda yang akan membuat pondasi ini di padat pemukiman penduduk.

Hemat Ruang Mobilisasi

Selain bebas getaran dan suara tidak berisik, alat bor strauss pile juga sangat ringkas, berupa tripod pipa besi, stang dan mata bor manual. Alat ini mudah dibawa masuk kedalam jalan ataupun gang sempit.

4. Pondasi Bored Pile

Pondasi bored pile adalah pondasi dalam yang berbentuk tiang silinder beton bertulang yang dibuat di dalam tanah dengan melakukan pengeboran tanah kedalaman 10 meter hingga 30 meter dengan menggunakan mesin bor yang besar. Biasanya jenis pondasi ini berdiameter antara 50cm – 150cm. Setelah pengeboran tanah selesai, sususan besi bertulang dimasukan kedalam tanah lalu dicor menggunakan adukan semen, pasir dan krikil (biasanya menggunakan ready mix dengan mutu beton k250-k300).

pengeboran tanah untuk pondasi bored pile
sumber : https://id.pinterest.com/pin/723461127615335201/

Biasanya jenis pondasi dalam ini memakan biaya yang tidak sedikit, karena membutuhkan biaya operasional sewa mesin bor serta alat pendukung yang cukup mahal. Selain itu butuh akses jalan yang luas karena membawa alat bor berukuran besar. Biasanya jenis pondasi ini diperuntukan untuk bangunan bertingkat tinggi, seperti rumah mewah, gedung perkantoran, jembatan, pelabuhan dan infrastruktur skala besar.

5. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang (mini pile) adalah jenis pondasi dalam berupa tiang beton bertulang siap pakai (precast) berukuran relatif kecil hingga sedang yang ditancapkan atau dimasukkan ke dalam tanah menggunakan metode pemancangan hingga mencapai lapisan tanah keras di kedalaman bumi.

Istilah “Mini Pile” digunakan untuk membedakan tiang pancang ukuran ini dengan tiang pancang skala industri/infrastruktur besar (Maxi Pile). Mini pile umumnya berbentuk penampang segitiga (triangle) atau persegi (square). sistem pondasi mini pile terdiri dari beberapa komponen utama, Berikut ulasannya,

  1. Tiang Beton Precast: Tiang beton bertulang kualitas tinggi (mutu beton umumnya K-400 hingga K-500) yang dibuat dan dikeringkan secara presisi di pabrik.
  2. Sepatu Tiang Pancang : Bagian ujung bawah tiang yang dibuat agak runcing atau dilapisi plat baja untuk memudahkan tiang menembus lapisan tanah saat dipancang.
  3. Plat Sambungan Baja : Pelat baja di kedua ujung tiang yang berfungsi sebagai media penyambungan (dengan cara dilas) jika kedalaman tanah keras melebihi panjang satu batang tiang.
  4. Pile Cap: Blok beton bertulang yang dicor di atas kepala tiang pancang untuk menyatukan beberapa tiang dan menyalurkan beban dari kolom utama.
Proses penanaman tiang pancang dengan menggunakan hammer diesel
sumber : https://id.pinterest.com/pin/1131318368898452484/

C. Kesimpulan Pondasi Rumah

Pemilihan jenis pondasi rumah yang tepat adalah kunci utama keselamatan, kekuatan, dan ketahanan rumah Anda dalam jangka panjang. Tidak ada jenis pondasi yang “paling sempurna”, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan bangunan dan kondisi tanah setempat. Sebelum memulai konstruksi, lakukan pengujian tanah (sondir) atau konsultasikan dengan arsitek/kontraktor profesional. Mengeluarkan sedikit biaya di awal untuk analisis pondasi jauh lebih murah daripada menanggung risiko buruk kedepannya.

Sebagai penutup, menentukan pondasi yang tepat bukan sekedar biaya, melainkan pilihan untuk hunian Anda di masa depan.

Share your love
Architectdiamond.id@gmail.com
Architectdiamond.id@gmail.com
Articles: 50

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *